Senin, 08 Desember 2014 12:23:00

BNP2TKI Cegah Berangkat TKI Di Pelabuhan Dumai

pelabuhan roro. (ist)
 
riauonecom, Dumai, - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mencegah berangkat dua calon tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia melalui Pelabuhan Dumai Riau (4/12), pekan lalu.
 
Kepala Badan Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Pekanbaru, Mangampin Simamora di Dumai, Minggu, mengatakan, calon TKI diduga non prosedural tersebut hanya mengantongi paspor dan visa kerja.
 
"Mereka dicegah berangkat karena tidak memiliki kartu tenaga kerja luar negeri sesuai perundangan nomor 39 pasal 62 tahun 2004 tentang penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia di luar negeri," katanya.
 
Diketahui, dua calon TKI atas nama Kaspul Anwar dan Fisa Liza Talif tersebut merupakan pasangan suami istri asal Propinsi Sumatera Barat yang rencana berangkat ke Negeri Malaka, Malaysia.
 
Menurut dia, seseorang yang akan bekerja ke luar negeri harus memiliki dokumen resmi agar mendapatkan perlindungan dan mempunyai posisi tawar tinggi dalam hal penerimaan gaji atau upah.
 
Sedangkan calon TKI yang tidak memiliki dokumen resmi akan mendapatkan perlindungan yang sangat sedikit, posisi tawar yang sangat rendah dalam hal penerimaan gaji atau upah serta sering menjadi korban perdagangan orang.
 
"Bahkan jika tertangkap oleh pemerintah negara setempat karena melarikan diri dari kekerasan yang dilakukan pengguna, mereka mungkin akan dideportasi atau menunggu lama di pos penahanan," terangnya.
 
Karena itu, dia mengimbau kepada masyarakat calon TKI agar menghindari resiko tersebut dengan cara melakukan perencanaan yang matang, seperti memiliki paspor, visa kerja dan terdaftar di sistem komputerisasi tenaga kerja luar negeri (Sisko TKLN) serta asuransi perlindungan diri.
 
Di samping itu, ia menyatakan, terkait gencar pemberitaan media massa terhadap penghapusan kartu tenaga kerja luar negeri (KTKLN), menimbulkan masalah terhadap pelayanan di daerah yang direspon dengan penolakan oleh pihak tertentu dengan berbagai perlawanan serta fitnah.
 
"Bagi calon tenaga kerja luar negeri perlu memperhatikan prosedur agar dapat berangkat berdasarkan ketentuan yang berlaku, salah satunya dengan memiliki kartu tenaga kerja luar negeri," ujarnya. (ant/roc)
Share
Loading...
Berita Terkait
  • 9 jam lalu

    Ternyata Ini Sosok Pelapor Istri Kolonel Hendi hingga Jabatanya Dicopot dari Dandim Kendari

    NASIONAL, - Kolonel Hendi Suhendi yang menjabat sebagai Komandan Kodim (Dandim) Kendari menjadi sorotan. 

    Pasalnya, Kolonel yang baru menjabat sebagai Dandim Kendari

  • kemarin

    Kadisdikbud Meranti Buka Acara Bulan Bahasa

    RIAUONE, Meranti - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kepulauan Meranti, Drs H Nuriman Khair MH menghadiri sekaligus membuka secara resmi acara bulan bahasa ya

  • 4 hari lalu

    Picu Penyakit Kanker, RSUD Bintan tarik obat ranitidin

    KEPRI, Bintan - RSUD Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, telah menarik semua peredaran obat lambung ranitidin yang dianggap dapat memicu penyakit kanker.

    “Obat yang

  • 5 hari lalu

    Anniversary Komunitas Upload DIY Pekanbaru

    PEKANBARU, - Ahad 13 Oktober 2019 komunitas Upload DIY Pekanbaru merayakan satu tahun berdirinya komunitas ini, komunitas Upload DIY (Do It Yourself) merupakan komunitas yang be

  • Komentar

    Copyright © 2012 - 2019 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.