• Home
  • Riau Raya
  • Bupati Kuansing Mursini Pimpin Upacara HUT Korpri dan PGRI
Sabtu, 30 November 2019 05:29:00

Bupati Kuansing Mursini Pimpin Upacara HUT Korpri dan PGRI

KUANSING, RIAUONE.COM, - Peringatan Hari Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke 48, dilaksanakan dalam suatu Upacara Bendera yang dihadiri Muspida, DPRD, Sekda, Asisten, Staf Ahli, Kepala Badan, Kepala Dinas, Kepala Satuan, Kabag, Kabid, Camat, Upika, Korwil, Kepsek, Pelajar yang dilaksanakan di Lapangan Limuno Teluk Kuantan, Jumat (29/11).

Bupati H. Mursini yang membacakan sambutan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, mengingatkan adanya persaingan antarnegara di revolusi industri 4. Persaingan itulah yang sedang dihadapi oleh Indonesia. “Saat ini, kita berada di dunia yang berubah dengan cepat, yang sangat berbeda dengan 20, 30 atau 40 tahun yang lalu. Revolusi Industri jilid ke-4 telah mendisrupsi segala lini kehidupan, bukan hanya cara dalam berkomunikasi, tapi juga dalam cara mengelola pemerintahan,” ujarnya.

Disisi lain, lanjut dia, persaingan antar negara juga semakin sengit untuk berebut teknologi, berebut pasar, dan memperebutkan talenta-talenta yang digunakan untuk memajukan negaranya. ” Dalam menghadapi perubahan dan persaingan itu, kita tidak boleh takut. Kita harus menghadapi persaingan itu dengan cara-cara baru, dengan terobosan-terobosan baru,” ujarnya.

Menurutnya, kecepatan, kreativitas, dan inovasi adalah kunci. Cara-cara lama yang monoton, yang tidak kompetitif tidak bisa diteruskan lagi. Semua harus bisa lebih cepat dan lebih baik dibandingkan dengan negara lain.

Karena itu, presiden mengajak seluruh anggota Korpri untuk mengambil jalan perubahan, melakukan reformasi secara berkelanjutan. Tidak ada lagi pola pikir lama. Tidak ada lagi kerja linier. Dan tidak ada lagi kerja rutinitas. Birokrasi haru berubah. Kita harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja cepat beradaptasi dengan perubahan.

“Saya mengajak seluruh anggota KORPRI untuk terus menerus bergerak mencari terobosan, terus menerus melakukan inovasi. Pelayanan yang ruwet, berbelit-belit, dan yang menyulitkan rakyat, harus kita pangkas. Kecepatan melayani menjadi kunci reformasi birokrasi,” ajaknya.

Dijelaskannya, orientasi birokrasi harus betul-betul berubah, bukan lagi berorientasi paa prosedur, tapi lebih berorientasi pada hasil nyata. Panjangnya rantai pengambilan keputusan juga harus bisa dipotong, dipercepat dengan penerapan teknologi. “Bahkan saya sudah minta eselon 3 dan 4 untuk ditiadakan, sehingga pengambil keputusan bisa lebih cepat. Hal yang pahit harus kita lakukan. Karena di era persaingan antarnegara yang semakin sengit seperti saat ini, jika kita lambat, kita pasti tertinggal,” terangnya.

“Karena itu ukurannya adalah bukan lebih baik dari sebelumnya, tapi lebih baik dari negara lain yang menjadi saingan kita,” tukasnya. (ind).


Share
Loading...
Komentar

Copyright © 2012 - 2019 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.