• Home
  • Riau Raya
  • Ini Tanggapan Dedi Putra Terkait Selesainya Permasalahan antara PT NSP dan Buruhnya
Kamis, 20 September 2018 15:53:00

Ini Tanggapan Dedi Putra Terkait Selesainya Permasalahan antara PT NSP dan Buruhnya

Loading...
 
 
MERANTI, -  Setelah selesainya permasalahan antara PT Nstional Sago Prima (NSP) dengan Buruh Harian Lepas (BHL) yang ingin dimutasi keluar daerah, akhirnya permasalahan ini sudah ada titik temunya atau sudah selesai melalui perundingan bipartit.
 
Untuk diketahi, perundingan bipartit itu adalah perundingan yang melalui undang-undang yang berlaku antara pekerja/buruh atau serikat pekerja/serikat buruh dengan pengusaha untuk menyelesaikan perselisihan hubungan industrial. 
 
Definisi perundingan bipartit dalam Pasal 1 angka 10 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Hubungan Industrial (“UU PHI”) adalah perundingan antara pekerja/buruh atau serikat pekerja/serikat buruh dengan pengusaha untuk menyelesaikan perselisihan hubungan industrial.  
 
Saat dikonfirmasi wartawan riauone.com, Kamis (20/09/18), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Komisi 2 Dedi Putra, selaku Anggota Komisi 2 sekaligus Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengatakan "kami sangat mengapresiasi kepada kedua belah pihak yang telah bisa menyelesaikan permasalahan mereka sehingga permasalahan ini tidak sampai ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Meranti," ungkapnya.
 
"Hal ini tentu akan menjadi pelajaran bagi semua pihak dan perusahaan yang ingin melakukan investasi di sini, permasalahan ini seharusnya tidak harus berpanjang-panjang kalau memang dari awal mereka sudah bisa memeberi kebijakan yang melegakan semua pihak, tapi rentang 2 atau 3 bulan inikan telah menjadi polemik, tetapi ujung-ujungnya mereka bisa menyelesaikan permasalahan mereka sendiri dan tentu ini kita mengucapakan alhamdulillah dan besyuku, ternyata permasalahan ini tidak sampai dijenjeng yang lebih tinggi untuk menyelesaikan sebuah persoalan. Dan persoalan itu adalah persoalan antara pekerja dan perusahaan, kalau memeng bisa diselesaikan antara pekerja dan perusahaan, tentu ini lebih baik dari pada masuk pihak-pihak lain sehingga ini adalah menjadi sebuah contoh kepada perusahaan-perusahaan lain yang mereka juga mengalami permasalahan yang sama, seperti perusahan EMP Malaca Strait dan beberapa perusahan yang telah beroperasi di sini (Kabupaten Kepulauan  Meranti)," tambah Dedi Putra. (And)
 
 
Share
Loading...
Komentar

Copyright © 2012 - 2018 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.