• Home
  • Riau Raya
  • Isu Kenaikan BBM belum begitu Berpengaruh bagi Masyarakat Kampar
Jumat, 07 November 2014 09:41:00

Isu Kenaikan BBM belum begitu Berpengaruh bagi Masyarakat Kampar

SPBU.
riauonecom, Kampar, roc, - Isu kenaikan BBM yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini belum begitu berpengaruh bagi masyarakat Kampar khususnya bagi warga Kota Bangkinang. berdasarkan pantauan dilapangan, Jumat (7/11/2014) antrian di SPBU di Bangkinang masih normal. Tidak ada antrian yang membludak dan mengular seperti di beberapa daerah lain saat ini.
 
Begitupun dengan SPBU di Kecamatan Salo yang masih terlihat lancar dan normal. Hanya saja ada beberapa warga yang menyikapi isu kenaikan BBM dengan membeli bahan bakar dengan menenteng jerigen kecil namun belum ada pengaruh yang signifikan. Stok BBM di kedua SPBU ini juga masih normal dan lancar. Belum ada penambahan atau pengurangan pasokan masih tetap seperti hari - hari biasanya.
 
Pihak pengelola SPBU di Kecamatan Salo, Arbin, mengatakan pasokan BBM di SPBUi masih seperti biasa belum ada pengurangan dan penambahan dan menurutnya stok di SPBU Salo masih cukup
 
Masih menurut Arbin , SPBU mereka mendapat suplay dalam sehari semalam 10 ton untuk bensin dan 10  ton untuk solar,"dan sejak 5 hari yang lalu SPBU kita sudah dijaga oleh Aparat kepolisian yang berpakaian sipil guna mengantisipasi adanya penimbunan BBM," uajrnya.
 
Untuk jam operasi, Arbin menyebutkan tidak ada yang berubah tetap dan masih seperti biasa tetap buka 24 jam," karna kita ingin tetap melayani masyarakat kalau jam operasinya dibatasi warga yang jadi susah," ujar Arbin lagi
 
Namun menurut warga penjual bensin eceran Ernita (35) dirinya ikut saja kepada Pemerintah namun ia berharap pemerintah memberikan kompensasi dari Pemerintah untuk rakyat miskin seperti dirinya.
 
"Kita sebagai rakyat ikut saja kepada pemerintah hanya saja masyarakat rendahan harus mendapatkan konpensasi berupa biaya pendidikan dan berobat, dan kita. Berharap jangan sampai BBM nya belum naik tapi harga - harga sudah melonjak. Itu yang harus dicegah oleh pemerintah, kalau tidak kita juga yang repot,"tutupnya.
Lain halnya dengan Aprizal yang menolak mentah-mentah adanya rencana kebiakan BBM.  
 
"Kasihan dengan masyrakat yang berpenghasilan rendah, harusnya harga karet dan hasil pertanian masyarakat lainnya yang dinaikan." ucapnya. (SK/roc)
Share
Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Bupati Sukiman : Pemkab Rohul Berniat Kembangkan Obyek Wisata Hutan Air Panas

  • 3 bulan lalu

    Polsek Ujungbatu Gandeng Komunitas Pelajar Peduli Bagikan Masker Untuk Pengguna Jalan Raya

    ROKAN HULU, RIAUONE.COM - Polsek Ujungbatu kerjasama dengan Komunitas Pelajar Peduli Dari Desa Ngaso membagikan masker sebanyak 200 helai untuk pengguna jalan dan masyarakat yan

  • 3 bulan lalu

    Harga BBM Masih Mahal? Harga Minyak Indonesia Terus Anjlok, Formula Harganya Jadi Perdebatan

    NASIONAL, Kementerian ESDM telah menetapkan formula harga minyak Indonesia atau ICP. Namun, formula tersebut dinilai merugikan negara. 

    Pada April 2020, Kementerian E

  • 4 bulan lalu

    Wabah Corona Ekonomi Rakyat Sulit, Pertamina Belum juga Turunkan Harga BBM

    NASIONAL, - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menjelaskan alasan harga bahan bakar minyak di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU belum turun juga. P

  • Komentar

    Copyright © 2012 - 2020 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.