• Home
  • Riau Raya
  • Kesadaran masyarakat terhadap Kanker Rahim dan Payudara masih masih Rendah
Jumat, 08 Juni 2018 08:40:00

Kesadaran masyarakat terhadap Kanker Rahim dan Payudara masih masih Rendah

15 petugas medis dan paramedis utusan dari 15 Puskesmas mengikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas Petugas Medis dan Paramedis untuk Deteksi Dini Kanker Leher Rahim (Serviks) dan Payudara
Loading...
BENGKALIS, RIAUONE, - Meskipun penyakit kanker rahim (Servik) dan penyakit Kanker Payudara merupakan penyakit yang paling ditakuti di kalangan perempuan, namun kesadaran perempuan untuk menyikapi masalah penyakit kanker rahim dan kanker payudara masih rendah.
 
Hal ini kurang nya kesadaran perempuan akan bahaya kanker rahim dan kanker payudara, dampaknya masih banyak masyarakat khusus nya kaum ibu-ibu sering terkena dampak dari penyakit ini. tentunya hal ini menjadi PR besar bagi kita semua, mengingat penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang berbahaya dan bahkan menyebabkan kematian.
 
Untuk menangani hal ini, tentu nya bukan masalah besar mengingat banyak slogan dan himbauan tentang bahaya kanker rahim dan kanker payudara, salah satu nya peran dari pemerintah kabupaten bengkalis melalui dinas kesehatan yang gencar melakukan sosialisasi dan penyuluhan kanker rahim (servik) dan kanker payudara kepada masyarakat, dengan dilaksanakan program dan sosialisasi  tersebut diharapkan bisa membantu masyarakat agar bersama-sama melawan virus kanker rahim (Servik) dan kanker payudara.
 
Kabupaten Bengkalis memiliki 11 kecamatan diantaranya, Kecamatan Bengkalis,  Kecamatan Bantan, Kecamatan siak Kecil, Kecamatan Bukit Batu, Kecamatan Bandar Laksamana, Kecamatan Mandau, Kecamatan Pinggir, Kecamatan Bathin Solapan, Kecamatan Talang Mandau, Kecamatan Rupat dan Kecamatan Rupat Utara. Dengan 11 kecamatan yang ada, jelas menjadi pekerjaan yang serius bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis untuk melaksanakan program dan sosialisasi. Untuk itu dalam hal ini Dinas Kesehatan tidak bisa bekerja sendiri melainkan melibatkan seluruh pihak yang berkaitan dengan pelayanan, mulai dari Puskesmas, Puskesdes, hingga melibatkan organisasi perempuan. Hal tersebut salah satu upaya yang dilakukan agar informasi dan program yang dilaksanakan bisa tepat sasaran.
 
Diskes: Penyakit kanker rahim dan payudara  tidak menular namun mematikan
 
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis Supardi,S. Sos, MH melalui Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengadilan, Alwizar, S.KM mengatakan, penyakit kanker rahim (servik) dan payudara bukanlah jenis penyakit yang menular, namun kedua jenis penyakit tersebut sangat mematikan. Sedangkan di indonesia penyakit kanker rahim (servik) berada di posisi ke 2 tertinggi.
 
Menurutnya, perbedaan penyakit menular dan tidak menular sangat berbeda pada gejalanya, dimana jenis penyakit menular gejalanya sangat cepat terlihat, sedangkan jenis penyakit tidak menular gejalanya sangat tidak terlihat di awal bahkan dua hingga tiga tahun baru terlihat, untuk melihat jejala penyakit kanker rahim(servik) yang merupakan penyakit tidak menular maka dilakukan deteksi dini, dengan salah satu bentuk pencegahan penyakit, sehingga virus kanker rahim (servik) tidak bisa bekembang, dan bisa berakibat fatal jika tidak di obati.
 
Dijelaskan Alwizar, adapun usia perempuan subur  yang dilakukan deteksi dini adalah usia 30 tahun sampai usia 50 tahun atau yang sudah menikah. untuk di Kab.Bengkalis sendiri  angka usia perempuan yang subur mencapai 76.722 orang,sedangkan pemeriksaan deteksi kanker rahim dan payudara yang dilakukan di tahun 2017 yang lalu, mencapai 40.82 orang  dari usia subur  yakni usia 30 tahun  hingga 50 tahun yang sudah dilakukan pemeriksaan deteksi dini. " Hasil dari pemeriksaan yang dilakukan terdapat Iva Positif mencapai 61 orang yang terdeteksi mengalami gejala penyakit kanker rahim (servik)," jelas Alwizar, S.KM Kamis (7/06/2018) kepada riauonecom di Bengkalis.
 
Angka 61 orang yang telah dilakukan pemeriksaan tersebut merupakan angka yang cukup tinggi,untuk itu masyarakat sangat diharapkan memiliki kesadaran penting terhadap kesehatan, jika kesadaran masyarakat masih kurang terhadap kesehatan hal tersebut jelas nantinya tidak tutup kemungkinan menjadi masalah tersendiri bagi masyarakat itu sendiri.
 
Ditambahkanya lagi, dari keluhan yang disampaikan oleh petugas  puskesmas yang ada, pemarsalahan yang ada saat ini yakni masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan diteksi dini kanker rahim, adapun masalah yang ditemukan di lapangan oleh petugas kesehatan yakni khususnya perempuan yakni enggan dan  malu untuk dilakukan pemeriksaan, padahal deteksi dini kanker rahim (servik) sangat membantu masyarakat agar tidak terkena penyakit matikan tersebut.
 
Masyarakat jangat takut lakukan pemeriksaan diteksi dini  kanker
 
Masyarakat harus paham mengapa perlu dilakukan pemeriksaan deteksi dini kanker,karena jika seseroang yang sudah dilakukan pemeriksaan deteksi dini kanker dan positif serta masih stadium awal hal tersebut masih bisa ditangani dan di obati, karena metode penyembuhan masih gampang dan masih bisa di sembuhkan, salah satu metode penyembuhan penyakit kanker yakni dengan cryothrapy atau trapi dingin.
 
Dimana terapi tersebut untuk mematikan sel kanker yang hidup di  dinding rahim. Namun jika seseorang positif terkena penyait kanker Rahim (servik)dan sudah masuk stadium lanjud dan tidak pernah diperiksa sama sekali tidak tutup kemungkian sangat sulit disembuhkan, karena sel kanker sudah menyebar di mulut rahim.
 
Untuk itulah masyarakat harus rutin melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker di setiap puskesmas yang ada, miminal 3 tahun sekali ,karena pemeriksaan deteksi dini kanker tidak dibenani dengan biaya. Imbuh Alwizar S.KM Kabid Pengendalian Pencegahan Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis.
 
Pemeriksa deteksi dini kanker rahim dilakukan petugas perempuan
 
Perlu menjadi catatan bersama” bahwa iva tes atau deteksi kanker rahim(servik), petugas yang memeriksa adalah petugas perempuan yakni 1 dokter dan 1 bidan, untuk itu masyarakat tidak perlu malu dan takut, pemeriksaan pun dilakukan secara tertutup. Untuk itu kesadaran masyarakat diharapkan semakin meningkat untuk melakukan iva tes atau deteksi kanker rahim (servik).
 
Alwizar, S.KM menambahakan, di tahun 2018 ini Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Kesehatan, telah mengadakan 4 alat Cryothrapy dan 2 lagi bantuan dari Pemerintah Pusat dalam bentuk alat. " Ke 6 alat Cryotrapy itu nantinya akan dipusatkan di  6 Puskesmas statlet, selain itu para tim medis yang bertugas di pukesmas juga nantinya juga dilatih cara mengunakan alat Cryotrapy, sehingga kedepan diharapkan pelayanan untuk deteksi kanker rahim bisa berjalan dengan semaksimal mungkin, kebijakan yang diambil salah satu bentuk kebijkan strategis dalam menurunkan angka penyakit kanker rahim (Servik) dan kanker payudara," tutup Alwizar.S.KM Kamis (07/06/2018)
 
DPRD Bengkalis dukung penuh program Dinas Kesehatan
 
Guna mengantisipasi penyakit kanker rahim dan payudara di kalangan masyarakat Kabupaten Bengkalis. Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis Sofyan S.Pdi mengatakan, saat ini dari Dinas Kesehatan sudah berkoordinasi dengan DPRD cukup baik. 
 
" Kami dari DPRD Kabupaten Bengkalis  mendukung program-program dari Dinas Kesehatan tersebut meskipun untuk saat ini Kabupaten Bengkalis mengalami rasionalisasi anggaran tapi kita akan berupaya semaksimal mungkin untuk menganggarkan apalagi program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti langkah-langkah perfentif penyakit endemi, menular seperti penanggulangan penyakit-penyakit menular, kesediaan obat, Alkes di Puskesmas dan Pustu ini jangan sampai dipangkas anggarannya,” kata Sofyan, baru-baru ini Kamis (31/05/2018)
 
Dikatakan Sofyan, pihaknya beraharap meskipun Kabupaten Bengkalis saat ini juga terkena dampak dari rasionalisasi anggaran, namun hal tersebut diharapkan tidak mengurangi pelayanan kepada masyarakat, selain itu agar program yang dilaksanakan dilalapangan berjalan sesuai harapan, Komisi IV DPRD  Kabuapten Bengkalis juga terus melakukan kontrol salah satunya dengan melakukan rapat dengan pihak OPD terkait, untuk mengetahui segala laporan program kegiatan  yang sudah terlaksana, sehingga permasalahan kekungan di dilapangan bisa dicarikan solusi secara bersama. " Selain itu koordinasi yang dilakukan Komisi IV DPRD dengan mitra yakni pihak OPD terkait selama ini berjalan dengan baik," pungkas Syofyan kepada riaone.com.
 
Deteksi kanker rahim (servik) kewajiban perempuan
 
Delly Andriyani Salah satu masyarakat di Kabupaten Bengkalis mengatakan bahwa deteksi kanker rahim (servik) merupakan suatu kewajiban yang perlu dilakukan oleh perempuan terutama perempuan yang sudah berusia 30 tahun hingga 50 tahun.
 
" Iya selaku perempuan saya sadar betul akan pentingnya untuk menjaga kesehatan, penyakit kanker rahim (servik) maupun kanker payudara penderitanya adalah kaum perempuan, dan memang penyakit tersebut memang diderita pada perempuan saja, saya mengajak perempuan yang ada di Kabupaten Bengkalis untuk  melakukan pengecekan diri di Puskesmas yang ada, sepengetahuan dari apa yang saya baca penyakit kanker rahim (servik)  kalau masih stadium  awal masih sangat bisa disembuhkan dengan terapy dingin," kata Dely Andiryani kepada riauone.com
 
Dely mengajak seluruh kaum perempuan yang ada di Kabupaten Bengkalis khususnya usia 30 hingga 50 tahun atau yang sudah menikah untuk melakukan pengecekan deteksi dini kanker rahim (servik).
 
" Tidak perlu merasa malu dan segan karena kalau tidak dilakukan pengecekan jauh lebih berbahaya karena tidak tahu apakah diri kita mengalami penyakit tersebut, dengan dilakukan deteksi dini kanker ( rahim) positif  maupan tidak kita sudah tahu apa yang perlu dilakukan dan berkoordinasi dengan dokter yang menangani serta bisa di sembuhakan, jadi kesimpulannya adalah mencegah lebih baik dari mengobati,"  tutup warga Bengkalis itu. (adv/jas).
 
 
 
Share
Loading...
Komentar

Copyright © 2012 - 2018 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.