• Home
  • Riau Raya
  • Pembukaan Badan Jalan di Desa Sungai Pinang Diduga Asal-Asalan
Senin, 16 Juli 2018 15:51:00

Pembukaan Badan Jalan di Desa Sungai Pinang Diduga Asal-Asalan

Loading...
Tambang, KAMPAR - Pembukaan Badan Jalan yang  terletak  di dusun I Sungai  Pinang Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar terindikasi asal  asalan dan tidak berdampak positif kepada masayarakat. 
 
Hal tersebut terlihat ketika  awak  media  meninjau langsung  kondisi  ril  di lapangan senen 08/7/18. dan dapat  melihat  begitu  banyak nya akar kayu  bahkan seperti nya  alat  berat  cuma  numpang  lewat  saja  di atas lokasi Pembukaan badan jalan tersebut. 
 
Proyek  pengerjaan yang bersumber dari anggaran APBN  melalui  dana desa  tertera  biaya untuk jalan tersebut lebih kurang  Rp 17.201.100,00 dengan volume badan  4X panjang 400 M.
 
Yang lebih  parahnya lagi sepanjang jalan tersebut tidak ada parit di kiri kanan jalan sebagaimana mestinya. 
 
Entah  darimana pedoman Kades sungai pinang menetapkan jumlah  anggaran dalam pengerjaan proyek jalan tersebut pun  tidak  tahu, memang dasarnya  tentu usulan usulan masyarakat dan itu  menjadi prioritas kades tampaknya. 
 
Sementara itu terkait dengan kondisi tersebut awak media  mencoba  konfirmasi langsung kepada kades  sungai  pinang Rusman dengan nada santai mengatakan Pembukaan badan jalan Yang menentukan sesuai atau tidaknya itukan hanya inspektorat dan tim peninjau, tuturnya.
 
"kita hanya mengerjakan saja sesuai dengan Dana yang di Perlukan, sesuai dengan dana yang di sedia kan, tentu yang memblok-up nya inspektorat lagi besok sesuai atau tidaknya itu urusan  inspektorat. Dan ini belum selesai, serah terimah saja belum. Anggaran dana nya itu kan juga termasuk ke dalam pajak, tapi pajak kan tidak di bunyikan di papan plang, pajak itu hanya di RAB.  Disitu semua ada total dan dana perencanaanya.
"Katanya 
 
Selanjutnya tentang parit yang  tidak  ada di kiri kanan  jalan, Kades  yang  belum lama  di lantik ini  dan merasa  paling  dekat  dengan  bupati kampar menjelaskan kalau  itu masih  dalam proses karena lahan yang  di lewati  bukan warga  sungai pinang. 
 
"Pelebaran kalau RAB tidak ada parit, cuma kemaren pemilik lahan menyediakan atau membolehkan membuat parit ya kita buatkan parit,
Kalau sekarang pemilik lahan belum menyetujui membuat parit takut mengenai batang sawit, sebab warga yang punya lahan bukan warga sini, berasal dari luar sungai pinang."tambahnya. (TIM)
Share
Loading...
Komentar

Copyright © 2012 - 2018 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.