• Home
  • Riau Raya
  • Pemkab Kuansing Siapkan Tari Massal 'Pacu Jalur Menyapa Dunia'
Selasa, 08 Agustus 2017 16:15:00

Pemkab Kuansing Siapkan Tari Massal 'Pacu Jalur Menyapa Dunia'

TELUKKUANTAN - Jika pada tahun lalu tari massal 'Mangonji' memberi hiburan dan decak kagum pada mereka yang hadir di acara pembukan pacu jalur iven nasional 2016. 
 
Maka pada tahun 2017 ini, tamu undangan dan masyarakat kembali disuguhi tari masal dengan tema 'Pacu Jalur Menyapa Dumia'.  
 
Sebanyak 300 penari saat ini mulai berlatih dikomplek rumah godang Kenegerian Teluk Kuantan di kawasan Karak desa Pulau Aro.
 
Koreografer tari andal asal Kuansing, Epi Martison, yang dipercaya kembali menukangi persiapan tari massal ini menyebut alasan pengambilan tema ' Pacu Jalur Menyapa Dunia'.
 
"Pesan yang ingin disampaikan lewat tarian ini salah satunya marilah segenap elemen masyarakat Kuansing melupakan perbedaan. Jangan lagi terkotak-kotak, persiapkan diri dan fokus menatap serta berkompetisi dilevel provinsi, nasional hingga internasional," sebutnya, kemarin seperti dimuat kuansingterkini.
 
Untuk menampilkan pesan ini menurut Epi Martison, gerakan yang ditampil berupa proses pembuatan jalur dan pacu itu sendiri. Mulai dari mengguguah canang mengundang warga untuk rapat pembuatan jalur. Menebang kayu, maelo atau menarik kayu jalur, melayur jalur hingga berpacu.
 
"Mengguguah canang, barundiang (rapat), maelo jalur, mendiang (melayur) jalur simbol arti penting kebersamaan. Tak ada yang tak bisa dilakukan jika ada persatuan dan kekompakkan,"ujarnya.
 
"Sedangkan gerakan pacu sebagai simbol tidak ada prestasi yang diperoleh tanpa latihan yang keras, disiplin dan semangat serta kepercayaan diri,"ujarnya menambahkan.
 
Pesan lain yang diusung mengingatkan pentingnya menjaga kearifan lokal nenek moyang dalam menjaga lingkungan dimasa lalu yang masih dapat dinikmati anak cucu sampai kini.
 
"Pacu jalur tidak akan dapat berlangsung tanpa kayu dihutan. Jalur tidak akan dapat dipacu tanpa ada air disungai Kuantan. Menjaga lingkungan dan hutan salah satu poin penting yang disadari bersama," ujarnya.
 
"Bayangkan jika hutan tidak lagi ada. Kayu jalur tidak ada, air sungai Kuantan semakin surut dan tidak bisa menjadi lokasi pacu, budaya Kita ini tinggal kenangan," ujarnya.
 
Sebagai anak cucu katanya, Kita mesti berterimakasih pada nenek moyang Kita yang mampu menjaga alam sehingga budaya ini masih dapat dinikmati saat ini.
 
"Tugas bersama pula menjaga tradisi ini tetap berlangsung sehingga anak cucu Kita kelak dapat menikmati pacu jalur," tukasnya. (ktc/*)
Share
Loading...
Berita Terkait
  • 5 bulan lalu

    Pacu Jalur Rayon I Tepian Lubuak Sobau KHS resmi Dibuka Bupati H Mursini

    KUANSING RIAUONE.COM, -   Pacu Jalur Rayon I ditepian Lubuok Sobau, Kuantan Hilir Seberang (KHS) secara resmi dibuka oleh Bupati Kuansing, H. Mursini, Kamis (4/7/2019)

  • 11 bulan lalu

    Jalur Baru Dusun Hulu Desa Banjar Benai Dilayur

    BENAI, riauone.com,- Jalur baru Dusun Hulu Desa Banjar Baru Benai, resmi dilayur (didiang) pada Selasa malam (15/1/2019) oleh Asisten I Setda Kuansing Muhjelan Arwan, SH,MH yang

  • tahun lalu

    Kapolres Kuansing bersama Istri saksikan Pacu Jalur Tradisional Teluk Kuantan dengan Antusias

     
    KUANSING,- Kapolres Kuansing AKBP Fibri Karpiananto,SH SIK bersama ibu Kapolres Prita Karpiananto saksikan Pacu Jalur di ruang VVIP Tribun Finish gela
  • tahun lalu

    Bupati dan Wabup Nonton Pacu Jalur hari Ketiga di Gelanggang Tepian Narosa Teluk Kuantan

     
    KUANSING,- Bupati Kuansing Drs. H Mursini,M.Si Antusias Nonton Pacu Jalur hari ketiga di ruang VVIP Tribun Finish Gelanggang Tepian Narosa Teluk Kuant
  • Komentar

    Copyright © 2012 - 2019 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.