• Home
  • Riau Raya
  • Pendapatan Asli Daerah dari Sektor Terminal Barang Mencurigakan?
Rabu, 19 Februari 2014 18:19:00

Pendapatan Asli Daerah dari Sektor Terminal Barang Mencurigakan?

riauone.com, Dumai, Riau - Berbagai pihak mencurigai tingginya tingkat kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi Terminal Barang, Dinas Perhubungan Kota Dumai. Pasalnya, realisasi PAD-nya pada tahun 2013 tak sesuai harapan, yaitu hanya Rp16,7 miliar. Jumlah tersebut jauh dari target yang ditetapkan sebesar Rp20,9 miliar.
 
Bukan hanya tidak mencapai terget, tapi jumlah realisasi tahun 2013 tersebut justru makin menurun dari realisasi PAD Terminal Barang pada tahun 2012, yaitu sebesar 17,9 miliar. Dimana jumlah penerimaan tahun 2012 tersebut meningkat dari target yang ditetapkan sebesar Rp16,9 miliar. 
 
“Kenapa tak mencapai target, maka hal itu perlu dikaji secara matang, termasuk kemungkinan tingginya tingkat kebocoran anggaran, yang dialokasikan untuk hal-hal yang tidak sesuai ketentuan,” ujar Dahril Qutni, anggota DPRD Kota Dumai dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), kemarin.
 
Menurutnya, bila terjadi kebocoran PAD Terminal Barang, maka perlu ditelusuri ke mana saja mengalirnya. Hal itu tentunya tugas pihak terkait, baik di Pemerintah Kota Dumai, maupun di tingkat aparat penegak hukum. Sebab, kebocoran anggaran merugikan masyarakat Dumai secara keseluruhan.
 
Dugaan penyimpangan anggaran di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Barang, Dinas Perhubungan Kota Dumai, kabarnya kini juga sedang diendus aparat penegak hukum di Kejaksaan Negeri Dumai. Pihak terkait di UPT Terminal Barang kabarnya sudah dipanggil pihak kejaksaan untuk mengumpulkan data-data dalam menelusuri dugaan penyimpangan tersebut. 
 
Kepala Dinas Perhubungan Kota Dumai Taufi Ibrahim ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan baru-baru ini tidak menampik bahwa sejumlah pihak terkait di Teminal Barang sudah diperiksa pihak Kejaksaan Negeri Dumai. Namun, dia menegaskan bahwa dirinya belum bisa memberikan penjelasan lebih lanjut terhadap persoalan tersebut. 
 
“Nanti, bila saya juga dipanggil pihak kejaksaan untuk dimintai keterangan terhadap masalah ini, maka saya akan terbuka saja, Namun, sekarangkan belum bisa kita memberikan keterangan,” ujar Kadis Perhubungan.(dzc/roc)
 
Share
Berita Terkait
  • kemarin

    Ngeri gaes, Penyebaran Virus Corona bisa Lewat Barang Kiriman dari China


    Kemkominfo juga meminta peran aktif perusahaan pengiriman barang cegah virus Corona

    NASIONAL, - Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (Ditjen

  • 4 minggu lalu

    [VIDEO] Pesawat dari Barang Bekas Buatan Montir di Pinrang

    PINRANG, - Seorang warga di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, melakukan uji coba membuat pesawat dari barang bekas. Chaerul, mencoba menerbangkan pesawatnya yang hanya menggu

  • 3 bulan lalu

    Plt Gubernur Kepri Isdianto Minta Ketua MPR Gesa Pengesahan UU Daerah Kepulauan

    KEPRI, TANJUNGPINANG, - Plt Gubernur H Isdianto berharap dukungan penuh dari Ketua MPR RI Bambang Soesatyo untuk menggesa pengesahan RUU Daerah Kepulauan menjadi Undang-undang.

  • 4 bulan lalu

    Ternyata Ini Sosok Pelapor Istri Kolonel Hendi hingga Jabatanya Dicopot dari Dandim Kendari

    NASIONAL, - Kolonel Hendi Suhendi yang menjabat sebagai Komandan Kodim (Dandim) Kendari menjadi sorotan. 

    Pasalnya, Kolonel yang baru menjabat sebagai Dandim Kendari

  • Komentar

    Copyright © 2012 - 2020 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.