• Home
  • Riau Raya
  • Penyebab Matinya Ribuan Ikan di Sungai Kerumutan, DLH Pelalawan Lempar Tanggung Jawab ke Dinas Perikanan
Kamis, 14 Juni 2018 20:12:00

Penyebab Matinya Ribuan Ikan di Sungai Kerumutan, DLH Pelalawan Lempar Tanggung Jawab ke Dinas Perikanan

Loading...
Pelalawan - Fenomena ikan mati mendadak di sungai Kerumutan Kecamatan Bandar Petalangan Kabupaten Pelalawan Riau sudah sering terjadi. 
 
Beberapa hari lalu, kejadian serupa terulang kembali. Ribuan Ikan terlihat mati mengapung dipermukaan. Bau busuk terasa menyengat disekitar lokasi.
 
Dan lagi-lagi masyarakat menuding limbah perusahaan PT MAS yang berada disepanjang aliran sungai tersebut sebagai penyebabnya. 
 
Ketika hal tersebut dikonfirmasi riauone.com, Rabu (14/06/2018) kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pelalawan H. Syamsul Anwar, yang mempunyai kewenangan pengawasan  terhadap pengolahan limbah perusahaan, malah melemparkan tanggung jawab kepada Dinas Perikanan.
 
"Kenapa setiap terjadi ikan mati selalu DLH yang ditanyakan. Coba konfirmasi juga dengan Dinas Perikanan. Mereka yang lebih berhak memberikan jawaban penyebab matinya ikan tersebut. Karena mereka lah yang mengambil sampel ikan mati tersebut untuk dibawa ke laboratorium", jawab Syamsul Anwar.
 
Dijelaskan lebih lanjut, DLH hanya bertanggung jawab terhadap Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) suatu perusahaan, bukan penyebab matinya ikan tersebut.
 
"Tanggung jawab kami hanya sebatas mengawasi serta memeriksa bagaimana suatu perusahaan mengolah limbahnya sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan pemerintah. Kalau memang tidak sesuai dengan peraturan, terutama baku mutu air hasil pengolahan limbahnya tentu akan kami berikan sangsi atau tindakan", Jelasnya. 
 
"Beberapa bulan yang lalu terjadi hal serupa, dan kami langsung turun kelapangan memeriksa IPAL PT MAS, dan hasilnya sesuai dengan aturan yang ditetapkan, tidak ada pelanggaran", Jelasnya lagi.
 
Ketika ditanyakan perihal dugaan DLH Pelalawan bermain mata dengan pihak perusahaan terkait rekomendasi yang dikeluarkan atas pencemaran lingkungan hidup, Kadis Syamsul Anwar membantahnya.
 
"Tidak benar itu, kita tak pernah main mata seperti yang dituduhkan. Kita bekerja sesuai ketentuan. Bahkan dulu kita pernah memberikan sangsi terhadap PT MAS tapi bukan masalah limbahnya, hanya masalah teknisnya", katanya.
 
Lagi-lagi, diakhir perbincangan, Kadis DLH meminta pihak media menanyakan juga ke Dinas Perikanan terkait penyebab matinya ikan secara mendadak. "Cobalah tanyakan ke Dinas Perikanan. Jangan setiap ikan mati selalu limbah yang disalahkan. Bisa saja penyebab lainnya. Itu tanggung jawab mereka menjelaskan penyebabnya", pungkasnya.(**ton)
 
 
 
 
 
 
Share
Loading...
Komentar

Copyright © 2012 - 2018 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.