Rabu, 23 Mei 2018 12:56:00

Puasa dan Keberhasilan Hidup

Oleh: Rokhmin Dahuri, Wakil Ketua Dewan Pakar ICMI Pusat/Ketua DPP PDI Perjuangan
Syarpudin Poti Dampingin Ketua PLH PDIP Riau Dalam Syafari Ramadhan
Setiap manusia normal mendambakan hidup sukses, bahagia, dan terhindar dari malapetaka serta kebangkrutan. Banyak motivator ternama Indonesia maupun berkaliber dunia telah menawarkan sejumlah resep bagaimana menggapai hidup sukses.
 
Hal pasti Allah Azza wa Jalla, dengan gamblang memberikan pedoman sederhana, tapi pasti manjurnya bagi manusia untuk meraih kehidupan yang berhasil dan bahagia, baik di dunia maupun akhirat. Jurus hidup sukses dan bahagia tak lain beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.
 
Orang yang beriman dan bertakwa, dipastikan hidupnya akan sukses dan bahagia, baik karena alasan teologis maupun rasional. Allah dalam Alquran telah menjanjikan di banyak ayatnya, bagi manusia yang beriman dan bertakwa, hidupnya dijamin sukses dan bahagia.
 
Contohnya seperti yang tercantum dalam ayat 2-5, surah at-Thalaq (65). Orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah, dalam menjalani kehidupan di dunia ini akan diberikan jalan keluar ketika menghadapi masalah. Mereka diberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya, dicukupkan keperluannya, kemudahan dalam urusannya, diampuni dosa-dosanya, dan mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah.
 
Keenam hal itulah yang membuat orang merasa hidup sukses dan bahagia. Lebih dari itu, orang beriman dan senantiasa bertakwa juga bakal terhindar dari siksa neraka, dan menjadi penghuni surga-Nya yang kekal dan abadi di akhirat (QS at-Taghabun [64]: 9 dan QS Ali Imron [3]: 133).
 
Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara pun, prasyarat utama menjadi maju, adil-makmur, damai, berdaulat, dan penuh limpahan rahmat Allah adalah penduduknya harus beriman dan bertakwa. Sebagaimana firman Allah dalam Aquran surah al-Araf ayat 96.
 
”Dan sekiranya penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, pasti Allah akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Allah), maka Allah siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan."
 
Menurut jumhur ulama, berkah itu berupa segala macam nikmat atau karunia dari Allah. Seperti, rakyat yang sehat, cerdas, pekerja keras, beretos kerja unggul, dan berakhlak mulia. Pemimpin yang capable, berintegritas, amanah, hidup sederhana, dan melayani rakyat.
 
Lalu apa hubungannya antara iman dan takwa dengan keberhasilan hidup manusia? Jawabannya terletak pada definisi dan pengertian takwa itu sendiri. Allah melalui Alquran dan hadis mengajarkan bahwa takwa adalah melaksanakan setiap perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya.
 
Selain itu, orang yang takwa di dalam hidupnya akan senantiasa berupaya maksimal sesuai kapasitas dan otoritas yang dimilikinya untuk menciptakan iklim kehidupan kondusif bagi manusia untuk beramal saleh ketimbang melakukan kemaksiatan dan dosa.
 
Dalam perspektif Islam, perintah Allah itu bukan hanya berupa ibadah mahdah, seperti shalat, puasa, zakat, menunaikan ibadah haji, dan zikir, tetapi juga semua amal kebajikan yang dikerjakan oleh orang-orang beriman dengan niat karena Allah.
 
Contohnya adalah menuntut ilmu dan teknologi serta mengamalkannya untuk kemaslahatan, bekerja dengan tekun dan profesional, berbuat baik kepada orang tua dan sesama insan, menginfakkan sebagian rezekinya untuk menolong mereka yang membutuhkan (fakir dan miskin).
 
Bayangkan, andai saja umat Islam di Indonesia ini semuanya beriman dan bertakwa kepada Allah, pastilah kita menjadi bangsa unggul di bidang iptek dan inovasi, maju dan mandiri secara ekonomi, tangguh dan unggul di bidang hankam, dan berdaulat di bidang politik.
 
Selain itu, kehidupan berbangsa dan bernegara pun akan tumbuh kembang secara berkeadilan, harmonis, aman, dan damai. Karena, umat Islam yang menyusun 87 persen dari bangsa menjalankan Islam secara cerdas yang penuh kesejukan, toleransi dan moderat, dan rahmatan lil alamin.
 
Kehidupan semacam inilah yang tumbuh subur di zaman keemasan umat Islam, sejak Fathu Makkah pada awal abad ketujuh sampai akhir abad 15 Masehi. Selama itu negara-bangsa yang hidup dalam naungan Islam melaksanakan Islam secara komprehensif serta sesuai Alquran dan hadis.
 
Hasilnya, dengan kemajuan pesat di bidang iptek, pemimpin yang //capable// dan saleh serta tata kelola pemerintahan yang baik, umat Islam menjadi maju, sejahtera, berdaulat, dan menguasai sekitar dua per tiga wilayah dunia (Wallace-Murphy, 2007).
 
Share
Komentar
Copyright © 2012 - 2024 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified