• Home
  • Riau Raya
  • Ratusan Warga Rohul Merasa Tertipu Bisnis Bodong Sapi Perah Kerugian Sekitar 5 Milyar
Sabtu, 22 Februari 2020 22:51:00

Ratusan Warga Rohul Merasa Tertipu Bisnis Bodong Sapi Perah Kerugian Sekitar 5 Milyar

SURYA PATRIANTO
Gambar sapi hanya ilustrasi. Poto diambil dari Internet

ROKAN HULU, RIAUONE.COM -  Ratusan warga Rokan Hulu merasa tertipu dengan bisnis investasi Sapi perah, dengan kerugian sekitar 5 Milyaran, mereka mendaftar melalui kantor perwakilan Riau dari CV Tri Manunggal Jaya (TMJ) yang berkantor pusat di jalan Anggrek, Kelurahan Bangunsari, Ponorogo.

Nur Yusuf Warga RT 04 RW 02 Desa Bukit Intan Makmur Kecamatan Kunto Darussalam, Rokan Hulu, Riau. Yang dianggap sebagai pengurus (Tidak digaji/Red) perwakilan untuk wilayah Kabupaten Rokan Hulu, melalui sambungan telpon (Sabtu, 22/2/2020) sekira Pukul 20:00 Wib, mengatakan jumlah anggota sekitar 200 Orang Dengan jumlah paket sekitaran 400 lebih, dengan kerugian sekitar 5 Milyar, Investasi untuk 1 paketnya dikenakan Rp. 19.000.000,-. Dapat 2 ekor sapi Induk dengan perjanjian kontrak 3 tahun, tiap paket anggota setiap bulannya dapat hasil.

Sistem pembagian hasilnya yang dijanjikan mulai bulan pertama anggota menerima hasil Rp.2.250.000,-/ paket hingga bulan ke enam. Dikarenakan dibulan ke 7 sampai bulan 11 Sapi dinyatakan hamil atau masa kering maka tidak dibagi hasil yang nantinya akan dikasih anak sapi 2 ekor atau diganti uang senilai Rp.2.000.000,- dan nanti pada saat masa kontrak habis (3 tahun) maka anggota menerima 2 ekor sapi induk.

Menurut Nur Yusuf sebelumnya pembayaran bagi hasil tersebut lancar, namun pada bulan Februari 2020 belum ada yang dibayar uang bagi hasilnya dan sepertinya ada masalah.

"Saya bergabung di bisnis ini sejak bulan Oktober tahun 2017, waktu itu investasi perpaketnya Rp. 15.000.000,- saya bersama keluarga mengambil 18 paket, berjalan beberapa bulan saya minjam Uang di Bank dan juga dari hasil uang pembagian dikumpulkan dan saya menambah paket lagi sehingga total menjadi 29 paket," Terang Nur Yusuf.

Ketika ditanya oleh Riauone.com apakah bapak menerima gaji dari perusahaan Nur Yusuf menjawab "Walau saya sebagai pengurus namun saya tidak digaji hanya dikasih Fee sebesar 200 ribu per orang hanya sekali dapat fee dari tiap tiap orang yang bergabung di bisnis sapi perah ini yang daftar melalui saya,".

Setelah ada kendala masalah pembagian hasil dan mendengar ada informasi bahwa perusahaan sedang bermasalah, Nur Yusuf mengaku telah berusaha melaporkan kejadian ini ke Polres Rokan hulu, Sabtu pagi (22/2/2020), namun menurutnya disarankan oleh petugas yang tidak ingat namanya disarankan melapornya ke Polres Kampar dikarenakan kantor perwakilan pusat berada di Flamboyan wilayah hukum Polres Kampar.

Pada saat ditanya kapan Bapak Akan melaporkan perkara ini, Nur Yusuf menjawab "Saya sekarang sudah di Islamic Center Bangkinang singgah untuk shalat isya dulu setelah itu saya langsung ke Polres Kampar malam ini juga melaporkan,".

Adapun orang orang yang ikut bergabung di bisnis sapi perah ini Pengakuan Nur Yusuf, orang dari desa Tandun, Sungai Kuti, Muara Intan, Bukit Intan Makmur, Trans F, Trans G, Ujungbatu, dan Tambusai Utara.

Selanjutnya pengakuan Yusuf warga RT.03 RW.02 Desa Muara Intan mengaku dirinya tergiur dengan bisnis investasi sapi perah bergabung jadi anggota melalui perantara Nur Yusuf yang dinyatakan sebagai perwakilan di Rokan hulu (Rohul) mulai gabung tanggal 20 Desember 2019, dengan menginvestasikan uang sebanyak 38 juta (2 paket).

"Saya bergabung baru 2 bulan berjalan, namun untuk pembayaran bagi hasil yang kedua koq sudah macet, pada bulan pertama saya menerima 4 juta, 5 Ratus ribu tiba bulan kedua belum dibayar bagaimana ini," Keluh Yusuf melalui sambungan seluler.

"Saya awalnya tergiur dengan bisnis ini karena pembayaran pada saat itu lancar, makanya saya langsung ambil 2 paket sekaligus dengan Inveatasi uang 38 juta, karena saya anggap bisnis yang menjanjikan dan tidak repot, tinggal terima hasil tiap bulan, dan pada masa habis kotrak (3 tahun) sapi dikembalikan 2 ekor Sapi Induk perpaket, kalau macet begini saya akan menuntut," jelas Yusuf.***(SURYA)

Share
Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    TRC Perlindungan Perempuan Dan Anak Riau, Serahkan Bantuan Sosial Kepada Rica

    ROKAN HULU, RIAUONE.COM - Team Reaksi Cepat (TRC) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Riau memberikan bantuan Sosial Berupa Sembako dan Uang kepada Rica Maria Simatupang (31)

  • 2 bulan lalu

    Seorang Warga Desa Pendalian Meninggal Di RS Tandun, Hasil Rapid Test Positif

    ROKAN HULU, RIAUONE.COM - Seorang warga Desa Pendalian, Kecamatan Pendalian IV Koto, Rokan hulu, Meninggal dunia pada minggu pagi sekira pukul 07.00 Wib di Rumah sakit umum Tand

  • 2 bulan lalu

    Sambut HUT Bhayangkara Ke 74 Polsek Ujungbatu Goro Di Masjid Al Muhajirin Desa Pematang Tebih

    ROKAN HULU, RIAUONE.COM - Kapolsek Ujungbatu Polres Rokan Hulu AKP. Amru Hutauruk SH pimpin langsung kegiatan Bhakti Sosial dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayang

  • 2 bulan lalu

    Menyongsong New Normal, Tim Kukerta Relawan Covid-19 UNRI Ikut Lakukan Sweeping di Pasar Rokan.

    ROKAN HULU, RIAUONE.COM -Dalam rangka menyambut pelaksanaan new normal khususnya di Keca

  • Komentar

    Copyright © 2012 - 2020 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.