• Home
  • Riau Raya
  • Senin Operasi, Kartu KIS Program Presiden di Tolak RSUD Bengkalis
Jumat, 14 Juni 2019 13:07:00

Senin Operasi, Kartu KIS Program Presiden di Tolak RSUD Bengkalis

Loading...


BENGKALIS, - Mbah Samen (90) Alamat di Sukarjo Mesim Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis adalah pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Mulai hari Kamis (13/06/2019) mbah Samen berobat di Puskesmas setempat, namun meilhat sakit yang diderita Mbah Samin,  pihak Puskesmas memberkan rujukan Mbah Samen untuk di rawat di RSUD Bengkalis di Kelapa Pati Tengah.

Berangkat mbah Samen dan keluarga menuju RSUD Bengkalis menggunakan Ambulance Puskesmas dari desa Sukarjo Mesim, dengan rute Ro-Ro Pulau Rupat tujuan Dumai - Sei Pakning Sei Selari - (Ro-Ro) Air Putih Bengkalis.

Sampai di RSUD Bengkalis sore Kamis, pasien di rawat di IGD dan pada malam hari nya masuk ruang rawat inap di lantai III.

Naas kartu KIS program unggulan Presiden Jokowi milik Mbah Samin tidak bisa digunakan, petugas RSUD Bengkalis mengaku kartu KIS Mbah Samin di riject sistem di komputer. " Ketika kami masukan nomor kepersertaan KIS yang bersangkutan, komputer kami menolak-nya, tertolak otomatis komputer online, seperti nya masalah nya di pusat, kita tidak tau pasti karena ini program pemerintah pusat," kata petugas RSUD Bengkalis Jumat (14/06/2019).

Mbah Samin di Vonis Dokter terkena tumor lidah, dan harus di operasi pada hari Senin ( 17/06/2019). Karena tidak diperbolehkan dokter makan melalui mulut, hidung Mbah Samin dimasukan selang sebagai jalan untuk memasukan makanan, kata Dokter Mbah Samin hanya boleh minum susu, Jus, dan minuman cair lain nya. " Kalau mau makan nasi gimana tidak bisa kan lewat selang," kata Dokter Jumat (14/06/2019).

Akhir-nya pihak RSUD Bengkalis menyarankan keluarga Mbah Samin untuk mengurus kartu BPJS Kesehatan. Pihak keluarga sangat keberatan. " Saat ini kami di RSUD Bengkalis, dan hari ini Jumat kantor setengah hari, besok Sabtu Ahad tentu kantor tutup, hari Jumat jadwal dokter, orang tua harus sudah di operasi, mengurus nya tentu di kampung di rupat, ntah lah," kata anak Mbah Samin.

KIS adalah program yang dikeluarkan oleh presiden Joko Widodo dan wakil presiden Jusuf Kalla untuk membuat rakyat lebih sehat dan sejahtera. Berselang 14 hari setelah dilantik sebagai Presiden RI ke-7, Joko Widodo resmi meluncurkan KIS bersamaan juga dengan KIP (Kartu Indonesia Pintar) dan KKS (Kartu Keluarga Sejahtera). Saat itu kehadiran KIS ini memang banyak membuat orang kebingungan. Pasalnya saat KIS ini diluncurkan, sudah ada program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang kelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS).  Mereka ini bingung mana asuransi kesehatan yang benar-benar mewakili pemerintah atau negara? Lalu banyak yang juga menanyakan apa sebenarnya perbedaan BPJS Kesehatan dan KIS ini?

Kartu Indonesia Sehat (KIS) sendiri adalah kartu yang memiliki fungsi untuk memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis. Penggunanya sendiri dapat menggunakan fungsi KIS ini di setiap fasilitas kesehatan tingkat pertama dan tingkat lanjut. Kartu ini sendiri merupakan program yang bertujuan untuk melakukan perluasan dari program kesehatan yang sebelumnya yaitu BPJS Kesehatan yang telah diluncurkan oleh mantan presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) pada tanggal 1 Maret 2014.

Sama-sama sebagai program fasilitas kesehatan dari negara, ternyata KIS dan BPJS Kesehatan memang memiliki perbedaan. Perbedaan utamanya sebenarnya nampak dengan jelas pada sasaran atau orang yang menerimanya. Jika BPJS merupakan sebuah program yang anggotanya harus mendaftar dan membayar iuran, maka KIS anggotanya diambil dari masyarakat yang tidak mampu dan pemberian kartunya ditetapkan oleh pemerintah serta pembayaran iurannya ditanggung oleh pemerintah. Perbedaan lain dari BPJS dan KIS adalah:

KIS merupakan jaminan kesehatan yang diperuntukan bagi masyarakat yang tidak mampu, sedangkan BPJS yaitu sebuah badan atau lembaga yang menyelenggarakan dan mengelola jaminan kesehatan tersebut.

KIS hanya diperuntukan bagi seseorang yang di mana kondisi ekonominya sangat lemah, sedangkan BPJS merupakan jaminan kesehatan yang diwajibkan bagi setiap warga Negara Indonesia baik yang mampu atau pun tidak mampu. Bagi rakyat yang tidak mampu, iurannya ditanggung oleh pemerintah.

Pemakaian KIS dapat dilakukan di mana saja, baik di klinik, puskesmas atau di rumah sakit mana pun yang ada di Indonesia. Sedangkan pemakaian BPJS hanya berlaku di klinik atau puskesmas yang telah didaftarkan saja.

KIS dapat digunakan tidak hanya untuk pengobatan saja, tetapi juga dapat digunakan untuk melakukan pencegahan. Sedangkan penggunaan BPJS hanya dapat digunakan jika kondisi kesehatan peserta sudah benar-benar sakit atau harus dirawat.

KIS merupakan jenis jaminan kesehatan yang mendapatkan subsidi dari pemerintah, sedangkan pengguna BPJS diwajibkan untuk membayar iuran setiap bulannya dengan jumlah yang telah ditentukan. (zar).

Share
Berita Terkait
  • 14 jam lalu

    Diusia Inhil ke 54 Tahun, Ketua DPRD Sampaikan Pesan Khusus Kepada Bupati

    RIAUONE.COM, TEMBILAHAN- Usai memimpin Sidang Paripurna Istimewa dalam rangka Milad ke - 54 Kabupaten Inhil, Jum'at (14/6/2019), Ketua DPRD Inhil H Dani M Nursalam memberik

  • 17 jam lalu

    Milad ke - 54 Inhil, Wakil Bupati Melepas Peserta Funbike

    RIAUONE.COM, TEMBILAHAN- Wakil Bupati Kabupaten Inhil, H Syamsuddin Uti melepas ratusan peserta Funbike yang diselenggarakan dalam rangka Milad Ke - 54 Kabupaten Inhil Tahun 201

  • 11 jam lalu

    Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama: Kawin kontrak tidak sah


    Banda Aceh, - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Tgk H Faisal Ali menegaskan perkawinan kontrak tidak diijinkan dalam Islam karena hukumnya tidak sa

  • Komentar

    Copyright © 2012 - 2019 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.