• Home
  • Riau Raya
  • Siswa SMAN 2 Rengat Barat Ikuti Pelatihan Pengelolaan Mading Sekolah
Sabtu, 18 Oktober 2014 18:40:00

Siswa SMAN 2 Rengat Barat Ikuti Pelatihan Pengelolaan Mading Sekolah

Para siswa SMAN 2 Rengat Barat foto bersama Wakil Kepsek dan pengurus PWI Inhu. (roc)
Loading...
riauonecom, rengat, roc - Sebanyak 27 orang siswa SMAN 1 Rengat Barat mengikuti pelatihan pengelolaan majalah didinding (Mading) dan ilmu dasar jurnalistik. Kegiatan dilaksanakan, Sabtu (18/10) di gedung pustaka sekolah ini.
 
Hadir dalam acara itu Wakasek Bidang Kesiswaan Dra.Asmawati dan sejumlah majelis guru. Sementara dari PWI Inhu yang memberikan materi adalah penasehat PWI Inhu Drs.Dasmun Ahmad dan Bendahara PWI Inhu Ahmad Damri,SAg.
 
Wakasek Bidang Kesiswaan SMAN 2 Rengat Barat Dra.Asmawati dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimah kasih atas kehadiran PWI Inhu di sekolah tersebut. “Dengan kegiatan ini diharapkan bisa menambah wawasan siswa tentang ilmu jurnalistik dan pengelolaan majalah dinding sekolah,”ucapnya.
 
Dikatakan, pihak sekolah ini memang sudah merencanakan untuk membuat majalah dinding yang akan dikelola melalui OSIS. Maka dengan pelatihan tersebut akan memberikan pengetahuan bagi pengelola mading untuk berkreasi  sebagai kegiatan intra sekolah. Ia berpesan kepada siswa agar lebih serius dalam mengikuti materi yang disampaikan pemateri.
 
Salah seorang pemateri, Ahmad Damri menyampaikan tentang pengelolaan majalah dinding sekolah. Beberapa poin yang disampaikan adalah terkait dengan manajemen organisasi dan manajemen redaksional.
 
Manajemen redaksional adalah manajemen yang bertanggungjawab langsung secara teknis terhadap proses penerbitan. Mulai dari penyusunan tema, penyusunan materi, pencarian bahan, sampai publikasi.
 
Menurutnya, organisasi redaksional harus kompak dan solid dalam mengelola mading. Tanpa kekompakan dan pengetahuan yang memadai dalam pengelolaan, maka mading tidak akan dibaca oleh siswa dan guru. “ Disinilah peran semua jajaran redaksi untuk mengelola mading yang baik, sehingga mading mampu membrikan informasi yang positif dan tidak hanya sebagai pajangan semata,”Jelasnya.
 
Dalam pada itu nara sumber yang lain Dasmun Ahmad menyampaikan tentang pengantar ilmu jurnalistik. Dimana wartawan dengan kekuatan tulisnnya mampu membrikan sumbangan pemikiran untuk kemajuan pembangunan daerah.
 
Tanpa publikasi dari wartawan dan media, semua kegiatan pembangunan tidak akan diketahui masyarakat. Dengan kehadiran media masa sudah mampu menjadi alat kontrol sosial ditengah masyarakat , sehingga ikut pula mencerdaskan bangsa ini melalui informasi yang disampaikan.Sebagai seorang wartawan sebutnya, harus mengedepankan fakta dalam menyajikan tulisan. “Bukan mengada-ada ataupun mengarang opini,”ujarnya.
 
Dalam sesi tanya jawab banyak siswa yang bertanya dan mengemukakan pendapat tentang materi yang disampaikan. Hujan pertanyaan muncul dari para siswa yang ingin lebih mengetahui terkait kerja wartawan dan ilmu jurnalistik. Bahkan usai acara banyak siswa yang minta tanda tangan kepada nara sumber sebagai bentuk apresiasi dalam memberikan materi yang disudah disampaikan. Para siswa berharap kedepan kegiatan serupa bisa dilaksanakan kembali disekolah ini.(zar/roc)
Share
Loading...
Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Teledyne e2v expands its Emerald CMOS image sensor family with the addition of a new 8.9 Megapixel detector for machine vision and intelligent traffic systems

     
    HONG KONG, CHINA - - 10 October 2018 - Teledyne e2v, a Teledyne Technologies company and global innovator of imaging solutions, announces that samples
  • 2 minggu lalu

    Teledyne e2v’s Emerald 12M and 16M image sensors enter mass production

     
    HONG KONG, CHINA -- 10 October 2018 - Teledyne e2v, a Teledyne Technologies company and global innovator of imaging solutions, announces that its Emer
  • satu bulan lalu

    Tim Prabowo Nilai Polisi Berlebihan Tangani Demo Mahasiswa, Video ramai di Dunia Maya

    NASIONAL, -- Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menganggap tindakan polisi dalam menangani aksi unjuk
  • satu bulan lalu

    Ribuan Mahasiswa Riau Turun ke Jalan seperti Dejavu 1998

    NUSANTARA, - Krisis ekonomi Indonesia sudah berada diujung mata. Ribuan mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) melakukan aksi, Senin (10/9).
     
  • Komentar

    Copyright © 2012 - 2018 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.