• Home
  • Riau Raya
  • Tambang Galian C Diduga Tak Berizin Di Desa Kualu Nenas, Kades Tak Tau Berizin Atau Tidak
Sabtu, 11 Agustus 2018 20:09:00

Kades Dinilai Tutup Mata

Tambang Galian C Diduga Tak Berizin Di Desa Kualu Nenas, Kades Tak Tau Berizin Atau Tidak

Loading...
Tambang- Kampar -Penambangan galian C  Diduga ilegal kembali marak di Kabupaten Kampar. Selain merusak lingkungan dan tanpa mengantongi izin operasional, aktivitas tersebut banyak merugikan warga. Apalagi akses jalan rusak akibat mobil pengangkut galian C tersebut serta menimbukan debu dan hampir setiap hari warga menghirup udara kotor diakibatkan angkutan mobil drum truk yang mondar mandir.
 
Lebih ironinya pantauan riauone penambang galian C yang berada di Desa Kualu Nenas Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar terletak di Dusun 11  sehingga ditakutkan nantinya berakibat patal bagi lingkungan setempat. Penambangan Galian C Yang di Duga Ilegal ini tanpa adanya pengawasan serta dinilai merusak lingkungan dan perkebunan warga terancam rusak
 
 
 
Sayangnya, aktivitas melanggar hukum ini tak mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Kampar bahkan dari Gubenur Riau juga penegak hukum dan seolah dibiarkan begitu saja, sehingga pengusaha tak jera kendati tak mengantongi izin. Beberapa lokasi penambangan baru bahkan bermunculan. 
 
Dari pantauan awak media riauone.com  Desa Sungai Pinang dan Desa Kualu ,terpantau beberapa lokasi penambang galian C dan diduga banyak tidak mengantongi izin resmi.
 
Namun meski tak berizin, penambangan dilakukan terang-terangan tanpa menghiraukan siapapun , terpantau truk pengangkut hasil penambangan lalu lalang di jalan raya. Tak hanya itu, penambangan ilegal tersebut juga menggunakan alat berat.
 
Salah satu warga yang tidak mau menyebutkan namanya kepada awak media pada Sabtu (11/08/2018) mengatakan ,” disini cukup meresahkan warga akibat penambang galian c , bahkan warga sudah banyak yang resah karena seperti yang ada di Desa Kualu Nenas itu galian c berdekatan dengan kebun warga,”ungkapnya
 
Dikatakannya,  Desa Kualu  memang bukan lokasi tambang baru. Beberapa tahun lalu penambangan tak berizin tersebut mulai beroperasi dan tidak pernah tersentuh hukum,”tutur warga tersebut.
 
Hal yang sama juga dirasakan oleh salah satu pengendara yang ketika itu melewati area penambangan mengatakan,” kita sangat terganggu Pak dengan adanya penambangan ini, saat kita lewat debunya sangat menganggu dan juga rumah warga menjadi kotor dan retak retak,” ungkapnya.
 
 
” iya ini diduga ada kesan jika pemerintah  Desa dan daerah tutup mata dengan aktivitas merusak lingkungan dan membahayakan keselamatan warga itu. Ada apa kok penambangan yang sudah beroperasi sekian tahun dibiarkan saja padahal sudah jelas tidak mengantongi izin” Warga
 
Sambungnya  dengan dibiarkan begitu saja tentu kita jadi bertanya – tanya ada apa kok bisa dibiarkan begitu saja , saya juga mendapatkan informasi jika pemilik tambang ilegal juga menyetor sejumlah uang agar aktivitas ini tak diusik pemerintah daerah maupun aparat hukum inilah yang patut jadi Praduga apa benar atau tidak sehingga dibiarkan beroperasi,”sebutnya.
 
 
Warga berharap Bupati Kampar melalui Dinas terkait bahkan Gubenur Riau melalui Dinas nya agar memaksa pemilik tambang untuk berhenti merusak lingkungan dan juga menyeret pemiliknya ke ranah hukum karena ini sudah banyak merugikan berbagai pihak,”pintanya.
 
Untuk diketahui bahwa berdasarkan UU No 4 Tahun 2009 dan PP No 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara termasuk memuat tentang Tata Cara Pemberian Izin Usaha Pertambangan Batuan. Komoditas pertambangan dikelompokkan dalam 5 golongan yaitu :
1.    Mineral radioaktif antara lain: radium, thorium, uranium
2.    Mineral logam antara lain: emas, tembaga
3.    Mineral bukan logam antara lain: intan, bentonit
4.    Batuan antara lain: andesit, tanah liat, tanah urug, kerikil galian dari bukit, kerikil sungai, pasir urug
5.    Batubara antara lain: batuan aspal, batubara, gambut.
 
Merujuk dari hal tersebut mestinya setiap Pertambangan Batuan wajib memiliki izin yang meliputi, Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) dan  Izin Usaha Pertambangan (IUP). Selain itu, perusahaan tersebut wajib mematuhi ketentuan UU No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan Dan Pengelolaan lingkungan Hidup dalam pelaksanaannya.
 
Ketentuan pidana  pelanggaran UU No 4 Tahun 2009 :
 
a)    Setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah)
b)    Setiap orang atau pemegang IUP Operasi Produksi yang menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan dan pemurnian, pengangkutan, penjualan mineral dan batubara yang bukan dari pemegang IUP dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah)
c)    Setiap orang yang rnengeluarkan IUP yang bertentangan dengan Undang-Undang ini dan menyalahgunakan kewenangannya diberi sanksi pidana paling lama 2 tahun penjara dan denda paling banyak Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).
 
Dengan demikian untuk menghindari perusahaan galian/tambang batuan melanggar perundang-undangan dan ketentuan lainnya, maka peran serta pengawasan instansi terkait sangat dibutuhkan, dalam hal ini camat dan kepala desa itu sendiri.
 
Tujuan menciptakan hubungan yang harmonis meningkatkan dampak positif melalui penyerapan tenaga kerja, penyediaan bahan baku pembangunan infrastruktur, pendapatan asli daerah, serta penggerak kegiatan perekonomian di sekitar lokasi pertambangan, juga sebagai upaya pelestarian alam dan menjaga keseimbangan ekosistem.
 
 
 
Kepala Desa Kualu Nenas Ridwan ketika dimintai keterangan melalui handpond mengatakan, bahwa dirinya baru saja dilantik, dan tidak pernah tau soal izin penambangan tersebut, bahkan Kades Kualu Nenas ini meminta media untuk menanyakan langsung kepada pemilik galian tersebut, Menurut Kades bahwa ia juga tidak terlalu mempersoalkan galian tersebut karna itu merupakan usaha warga katanya, kalau ingin lebih jelas izinnya tanya pihak Kabupaten, selama dirinya menjabat ia tidak tau apa itu ada izin atau tidak kata Kades.
 
Sementara itu Pemilik Galian C Desa Kualu Nenas atas nama Azan hingga berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi karna menurut operator alat berat dilapangan mengatakan ia sedang naik Haji.***(Tim).
Share
Loading...
Komentar

Copyright © 2012 - 2018 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.