• Home
  • Riau Raya
  • Terkait Permasalahan Antara PT NSP dan Buruh Harian lepas, Ini Tanggapan Dedi Putra
Sabtu, 15 September 2018 06:27:00

Terkait Permasalahan Antara PT NSP dan Buruh Harian lepas, Ini Tanggapan Dedi Putra

Loading...
RIAUONEcom, MERANTI, - Terkait permasalahan antara PT National Sago Prima (NSP) dengan Buruh Harian Lepas yang ingin dimutasi keluar daerah secara sebelah pihak sampai saat ini tidak kunjung selesai. 
 
Dewan Perwalilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Dedi Putra SHI, selaku Anggota Komisi 2 sekaigus Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memberi tanggapan yang mana akan dijelaskan dialinea berikut. 
 
Saat dikonfirmasi Wartawan riauone.com Jum'at (14/09/18), Dedi Putra mengatakan "kita berharap kepada PT NSP yang berinvestasi di Kabupaten Kepulauan Meranti agar dapat melakukan langkah-langkah ataupun kebijakan yang terbaik, supaya tidak membuat masyarakat itu resah, tentu ini juga mempertimbangkan dari segala aspek, memang kita tau dalam kondisi saat ini keadaan ekonomi agak sulit dan perusahaan (PT NSP) mengaku agak kesulitan sehingga mereka melakukan mutasi, namun juga harus mengingat aturan-aturan di perusahaan, aturan-aturan person atau pribadi pekerja dan juga mengikuti semua pihak dan mendengarkan semua hal. Karena kalau itu tidak dilakukan, tentu nanti akan menjadi masukan buruk bagi investor-investor yang ingin masuk disini (kabupaten Kepulauan Meranti). Kita tidak ingin nanti Meranti ini diklaim ketika melakuakan investasi selalu bermasalah, padahal masalah itu diciptakan oleh perusahaan itu sendiri. Kita akan mengakomodir keinginan-keinginan dari pihak pekerja, kita berkesimpulan aka membanggil PT NSP dan kita sudah melayangkan surat dari hasil rapat internal komisi (Komisi 2), namun ada jawaban dari PT NSP bahwa atas dasar kesibukan direksi maka dari pihak perusahan belum bisa hadir," ungkapnya.
 
"Kita meminta orang yang bisa mengambil keputusan itu datang agar bisa memberi keputusan yang pasti dan kita menunggu. Namun mereka dari pihak perusahaan tidak bisa memberi jadwal yang tepat untuk kita diskusikan, kalau bisa jadwalnya hari ini kita juga bisa jadwalkan hari ini, Kalau tidak ketemu jadwal mana lagi? ini yang kita minta agar PT NSP juga bisa memberi jadwal kepada kita kapan dia bisa. Kita ingin duduk bersama kepada kedua belah pihak, karena informasi yang simpang siur nanti bisa menimbulkan semacam berita yang tidak betul (Hoax). Kita tidak mau itu, maka kita akan panggil dari pihak pemerintah dan pihak masyarakat agar bisa disaksikan bersama-sama, supaya dari kedua belah pihak yang bermasalah tidak bisa berbohong lagi dan akan bicara sesuai dengan fakta yang terjadi," tambah Dedi Putra.
 
Tidak hanya itu, Dedi Putra juga akan memanggilkan  Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja  (DPMPTSPTK) Kabupaten Kepulaan Meranti terkait dugaan berpihak kepada PT NSP seperti yang telah diberitakan oleh Media riauone.com sebelumnya.
 
"Kita belum ketemu dengan Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja, kita belum bisa memberi keterangan terlalu jauh terkait masalah ini, tapi yang jelas kita akan panggil dia dan akan kita duduk bersama dengan Dianas Ketenaga Kerja dan aka minta komentar dari dia, komentar dari perusahaan dan komentar dari pekerja," ungkap Dedi Putra.
 
Untuk harapan kedepan-nya, Dedi Putra berharap "pertama insvestor sangat kita harapkan untuk hadir di Meranti ini dalam rangka menunjang perekonomian masyarakat, yang kedua insvestor juga harus bersiap-siap ketika mereka tau bahwa ada pasang surutnya. Dan PHK atau mutasi yang mereka lakukan itu jangan hanya sepihak, juga harus memperhatikan aspek kepentingan hidup bagi pekerja," ungkapnya.  (And)
 
Share
Loading...
Berita Terkait
  • 3 jam lalu

    Are Southeast Asia?s Retailers and Brands customer #ready?

    Southeast Asia's leading retailers, investors and technology leaders to meet at #ready2018 in Singapore to discuss the future of digital commerce and SEA's readiness f

  • 3 jam lalu

    Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Jadi Rp5.397 T!

    NASIONAL, - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia terus tumbuh di akhir kuartal III-2018. Posisi ULN Indonesia pada akhir kuartal III-2018 tercatat US$ 359,8 miliar atau Rp 5.397 tr

  • 3 jam lalu

    Ini Besaran Utang Luar Negeri BUMN di Indonesia

    NASIONAL, - Utang Luar Negeri Indonesia terus tumbuh di akhir kuartal III-2018. Posisi ULN Indonesia pada akhir kuartal III-2018 tercatat US$ 359,8 miliar atau Rp 5.397 triliun
  • 3 jam lalu

    128 Atlit Pencak Silat Ikuti Kejurkab Tajaan IPSI Inhil

    RIAUONE.COM, TEMBILAHAN - Untuk memantau dan menjaring atlit yang berpotensi, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Indragiri Hilir menaja Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab

  • Komentar

    Copyright © 2012 - 2018 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.