• Home
  • Riau Raya
  • Ternyata Wartawan yang Dilarang Security Meliput Kunjungan Presiden ke PT APR Pernah Dua Kali Bertemu Jokowi
Senin, 24 Februari 2020 00:15:00

Ternyata Wartawan yang Dilarang Security Meliput Kunjungan Presiden ke PT APR Pernah Dua Kali Bertemu Jokowi

Foto kenangan Ketua IWO Pelalawan, Anton Sikumbang bersama Presiden Joko Widodo saat acara Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Padang, Sumatera Barat .

PANGKALANKERINCI, - Pasca kejadian dihalang-halanginya beberapa wartawan di Pelalawan meliput kedatangan Presiden Joko Widodo saat meresmikan pabrik PT APR yang berada di satu kawasan pabrik kertas terbesar di Asia Tenggara PT RAPP masih menjadi pembicaraan dikalangan insan pers.

Ternyata salah seorang dari wartawan tersebut adalah ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Pelalawan, Anton Sikumbang yang juga reporter dari media riauone.com. Dari kronologis kejadiannya, ketua IWO inilah yang sempat berdebat dengan beberapa orang security dan pihak manajemen PT RAPP yang diketahui bernama Elfianto.

Yang menarik dari diri Ketua IWO ini, dia sudah pernah berhadapan langsung dengan  orang nomor satu di Indonesia Jokowi, bahkan mengabadikan momen langka tersebut dengan berfoto Selfi. Ini terjadi disaat acara Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Padang Sumatera Barat.

Hal ini terlihat dari beberapa buah foto yang terpajang di dinding sebuah kedai kopi Pergaulan miliknya. Selain berprofesi sebagai wartawan, ketua IWO ini juga seorang pengusaha kedai kopi di Pangkalan Kerinci.

Bahkan dia pun pernah juga meliput kegiatan Presiden Jokowi ketika meninjau kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Merbau Kecamatan Bunut Kabupaten Pelalawan, Riau. Saat itu dia malah berada di ring satu bersama wartawan khusus Istana Presiden.

"Iya, cuma saya satu-satunya wartawan lokal yang bisa berada di ring satu saat itu", ujarnya sambil memperlihatkan dokumen foto-foto saat bersama Presiden Jokowi di kedai kopi miliknya, Minggu (23/02/2020) kepada media.

Seperti diketahui, peristiwa kejadian dihalang-halanginya wartawan meliput kedatangan Presiden Jokowi terjadi di gerbang pos 1 PT RAPP dimana saat itu iring-iringan Presiden Jokowi akan melintas untuk meninjau pusat pembibitan PT RAPP.

Beberapa orang security PT RAPP menahan serta tidak memperbolehkan wartawan mengambil gambar yang hanya berjarak 10 meter dari iring-iringan Presiden Jokowi.

Bahkan salah seorang yang diduga merupakan pihak dari manajemen PT RAPP, Elfianto dengan arogannya mengatakan tidak memperbolehkan media masuk meliput atau mengambil gambar tanpa seijin Budi Firmansyah yang merupakan Humas PT RAPP.

Ketika diberitahu dan diperlihatkan bahwa sudah ada izin sebelumnya melalui pesan singkat dari Humas PT RAPP Budi Firmansyah, Dia tidak perduli dan tidak mau membaca pesan tersebut.

"Pokoknya kalau tidak ada izin dari Budi tidak boleh," ujarnya dengan nada kasar.

Ketua IWO Pelalawan Anton Sikumbang yang dilarang dan sempat berdebat dengan pihak security sangat menyayangkan tindakan larangan meliput dan mengambil gambar kedatangan Presiden Jokowi tersebut.

"Kita datang untuk meliput kegiatan Jokowi, kita sudah memakai pakaian resmi dan kartu pers, kenapa harus dilarang? Apakah seperti itu aturan yang dibuat PT RAPP?" ujarnya kesal.

"Saya sudah beberapa kali menghadapi kedatangan Presiden Jokowi untuk kegiatan liputan, bahkan sempat beradu argumen dengan pihak Paspampres, namun mereka masih bisa memberikan toleransi dan mengijinkan masuk untuk mengambil gambar. Tapi ini kok dilarang, ada apa? Apakah karena ini kawasan mereka dan semau gue berbuat sesuka hati?" Sambungnya dengan nada emosi.

Diakhir keterangannya ketua IWO Pelalawan mengatakan agar pihak manajemen PT RAPP memberikan penjelasan kenapa hal tersebut bisa terjadi. 

"Saya selama ini sudah berhubungan baik dengan beberapa Humas PT RAPP dan mereka mengenal saya. Ini merupakan tindakan pelecehan terhadap saya selaku wartawan yang mempunyai hak untuk mendapatkan informasi dan mempublikasikan kepada masyarakat," pungkasnya. (**)


Share
Komentar

Copyright © 2012 - 2020 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.