• Home
  • Riau Raya
  • Warga Desa Rantau Baru Akan Gelar Aksi Unjuk Rasa Terkait Dugaan Pencemaran Sungai Kiyab oleh PT SISL
Sabtu, 11 September 2021 22:00:00

Warga Desa Rantau Baru Akan Gelar Aksi Unjuk Rasa Terkait Dugaan Pencemaran Sungai Kiyab oleh PT SISL

PELALAWAN, -  Menyikapi permasalahan dugaan pencemaran sungai Kiyab oleh perusahaan kelapa sawit (PKS) PT Sri Indrapura Sawit Lestari (PT SISL) beberapa waktu yang lalu, warga Desa Rantau Baru yang secara geografis berada di hilir sungai Kiyab menggelar musyawarah desa, Sabtu (11/09/2021) di Balai Desa SiBokol-Bokol Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan.

Sekitar seratusan warga yang terdiri dari PJ Kepala Desa Rantau Baru, Nazwir Alam, Ketua BPD Desa Rantau Baru, Sukardi, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama serta aktivis lingkungan hidup membahas masalah pencemaran sungai Kiyab yang berdampak kepada kehidupan warga desa Rantau Baru.

Dari hasil musyawarah desa tersebut, warga desa sepakat akan melayangkan somasi kepada PT SISL untuk tidak lagi membuang limbahnya ke sungai Kiyab. Selain itu, warga juga akan meminta ganti rugi materil dan immaterial kepada perusahaan.

Disamping menyampaikan somasi, warga desa Rantau Baru juga akan menyampaikan aspirasi langsung kepada perusahaan dalam bentuk aksi unjuk rasa ke perusahaan. Rencananya somasi dan unjuk rasa akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan.

"Setelah hasil musyawarah ini, dalam beberapa hari kedepan kami akan melayangkan somasi kepada perusahaan (PT. SISL, red). Selain somasi, kami juga akan mengadakan aksi unjuk rasa", kata PJ Kepala Desa Rantau Baru Nazwir Alam seusai musyawarah desa kepada riauone.com.

Ditambahkan Nazwir Alam, beberapa hari sebelumnya warga Desa Rantau telah juga menyampaikan aspirasi dan keluhannya kepada wakil rakyat atau DPRD Kabupaten Pelalawan. Mereka diterima langsung oleh ketua DPRD Baharudin SH, wakil ketua DPRD Syafrizal SE dan ketua serta anggota komisi II.

"Ada sekitar 30 warga saya datang mengadukan masalah yang timbul akibat dugaan pencemaran sungai Kiyab dan Boboko beberapa tahun belakangan ini", imbuhnya.

Dari keterangan beberapa warga yang sempat riauone.com wawancarai, mereka mengaku beberapa tahun belakangan ini sungai yang biasanya mereka gunakan untuk aktivitas sehari-hari seperti mandi, mencuci sering menimbulkan gatal-gatal.
Begitu juga dengan nelayan yang biasa mencari ikan di sungai Kiyab dan Bokoko, pendapatan mereka turun drastis.

(Anton Sikumbang)

Share
Komentar
Copyright © 2012 - 2021 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.